Syaikh Khalid bin Abdurrahman Asy-Syayi’ hafizhahullah berkata,

“Perkara yang pertama kali diperintahkan kepada (Nabi) al-Mushthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu untuk memberikan peringatan dari syirik. Padahal, kaum musyrikin kala itu juga berlumuran dengan perbuatan zina, meminum khamr, kezhaliman dan berbagai bentuk pelanggaran. Meskipun demikian, beliau memulai dakwahnya dengan ajakan kepada tauhid dan peringatan dari syirik. Beliau terus melakukan hal itu selama 13 tahun. Sampai-sampai sholat yang sedemikian agung pun tidak diwajibkan kecuali setelah 10 tahun beliau diutus. Hal ini menjelaskan tentang urgensi tauhid dan kewajiban memberikan perhatian besar terhadapnya. Ia merupakan perkara terpenting dan paling utama yang diperhatikan oleh seluruh para nabi dan rasul…”

(Lihat ta’liq beliau dalam Mukhtashar Shirathi an-Nabi wa Shirathi Ash-habihi al-’Asyrati karya Imam Abdul Ghani al-Maqdisi, hal. 59-60.)

Written by Indonesia Bertauhid