1. Menentang hukum syari’at. Seperti ucapan kaum munafik yang membelot dari pasukan kaum muslimin, “Seandainya mereka (para sahabat) mena’ati kami (membelot dan tidak taat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) niscaya mereka tidak akan terbunuh (dalam perang Uhud).” Ucapan ini haram dan bahkan bisa menjerumuskan ke dalam kekafiran.
  2. Menentang takdir. Seperti ucapan, “Seandainya aku tidak dilahirkan oleh ibuku.” Perkataan semacam ini haram karena di dalamnya terdapat penolakan terhadap takdir.
  3. Beralasan dengan takdir untuk melegalkan kemaksiatan. Seperti perkataan orang-orang kafir, “Seandainya Allah ingin niscaya kami tidak akan berbuat syirik.” (al-An’aam: 148) Ini jelas batil dan haram hukumnya.
  4. Untuk berangan-angan yang tercela. Misalnya dengan berkata, “Seandainya aku punya uang aku akan membeli khamr.” Maka dengan tekad dan ucapan semacam ini dia juga berdosa, sebagaimana orang yang benar-benar melakukannya mendapatkan dosa.
Written by Indonesia Bertauhid