Ibnu Rajab mengatakan, “Perbedaan antara ridha’ dan sabar, bahwa sabar adalah menahan diri dari amarah, walaupun kepedihan itu ada dan ia berharap kepedihan tersebut hilang, serta menahan anggota badannya dari melakukan perbuatan (semisal menjambak rambut, membenturkan kepalanya, dsb., pent) yang didorong oleh kesedihan tersebut.”

Adapun ridha’ adalah lapang dada dengan qadha’ (ketentuan Allah), dan tidak berharap kepedihan itu hilang meskipun ia merasakan pedihnya. Akan tetapi keridhaan itu meringankan kepedihan tersebut dengan apa yang menggembirakan hatinya, yakni berupa keyakinan dan ilmu tentang Allah dan janji Allah. Jika keridhaan itu kuat, maka hilanglah rasa pedih itu secara keseluruhan.”

(Jaami’ul-‘Uluum wal-Hikam)

Written by Indonesia Bertauhid