asy-Syaikh ‘Abdur-Rozzaq ibn ‘Abdul-Muhsin al-Badr hafizhahumallah berkata,

“Adapun kesesuaian tauhid dengan akal yang sehat adalah karena akal yang sehat, yang belum tersesat dan belum menyimpang, tidak akan pernah ridho terhadap selain tauhid dan tidak akan pernah menerima kecuali tauhid; adakah orang yang memiliki akal yang sehat meridhoi berbilangnya sesembahan?! Atau bergantung kepada kubah-kubah dan tanah kuburan yang disembah?!

أَأَرْبَابٌ مُتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِهِ إِلَّا أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ

Manakah yang baik, sesembahan-sesembahan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Tidaklah yang kamu sembah selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu.” (Yusuf: 39-40)”

(Min Ma’alimit Tauhid, hlm. 13)

Written by Indonesia Bertauhid