Syarat kedua yaitu keyakinan yang menghilangkan keraguan. Yaitu orang yang mengucapkannya yakin secara pasti dengan makna yang ditunjukkan kalimat tauhid. Karena sesungguhnya iman itu tidak bermanfaat kecuali dengan ilmu yang yakin, bukan prasangka apalagi keraguan. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang mukmin adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya kemudian ia tidak ragu.” (QS. Al-Hujurat: 15)

(Dikutip dari Al-Qoulul Mufid Fii Adilati At-Tauhid karya Syaikh Muhammad Al-Wushobi.)

Written by Indonesia Bertauhid