كان بعض السلف يظهر عليه الحزن يوم عيد الفطر فيقال له : إنه يوم فرح و سرور فيقول : صدقتم و لكني عبد أمرني مولاي أن أعمل له عملا فلا أدري أيقبله مني أم لا ؟

Merupakan kebiasaan para sahabat, mereka menunjukkan betapa sedihnya mereka ketika hari ‘Idul Fithri. Lalu ada yang mengatakan pada mereka, ‘Hari ini adalah hari bahagia dan penuh kesenangan (mengapa kalian bersedih ?)’. Mereka menjawab, ‘Engkau benar, namun aku ini adalah seorang hamba/budak (yaitu hamba Allah) yang pemilik diriku (yaitu Allah) telah memerintahkanku untuk melaksanakan sebuah amalan, namun aku tidak tahu apakah amalan yang aku persembahkan padanya diterima atau tidak’.

(Lathoif Ma’arif)

Written by Indonesia Bertauhid