Al-Hasan rahimahullah mengatakan,

أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ، مِائَةً وَأَرْبَعَةَ كُتُبٍ مِنَ السَّمَاءِ ، أَوْدَعَ عُلُومَهَا أَرْبَعَةً مِنْهَا : التَّوْرَاةَ ، وَالإِنْجِيلَ ، وَالزَّبُورَ ، وَالْفُرْقَانَ ، ثُمَّ أَوْدَعَ عُلُومَ التَّوْرَاةِ ، وَالإِنْجِيلِ ، وَالزَّبُورِ ، وَالْفُرْقَانِ ، ثُمَّ أَوْدَعَ عُلُومَ الْقُرْآنِ الْمُفَصَّلَ ، ثُمَّ أَوْدَعَ عُلُومَ الْمُفَصَّلِ ، فَاتِحَةَ الْكِتَابِ ، فَمَنْ عَلِمَ تَفْسِيرَهَا ، كَانَ كَمَنْ عَلِمَ تَفْسِيرَ جَمِيعِ كُتُبِ اللَّهِ الْمُنَزَّلَةِ

“Allah telah menurunkan sebanyak 104 kitab suci dari langit. Dia meninggalkan seluruh kandungannya pada empat kitab suci, yaitu Taurat, Injil, Zabur dan al-Quran.

Kemudian Dia menempatkan seluruh kandungan Taurat, Injil dan Zabur di dalam al-Quran. Seluruh kandungan al-Quran ditempatkan pada al-Mufashshal (surat Qaaf hingga an-Naas) dan Dia menempatkan seluruh kandungan al-Mufashshal pada surat al-Fatihah.

Barangsiapa yang mengetahui tafsirnya maka dia seperti seorang yang telah mengetahui tafsir dari seluruh kitab suci yang diturunkan Allah.”

[HR. al-Baihaqi dalam asy-Syuab al-Iman dengan perantaraan Tahriik al-Jinaan].

Written by Indonesia Bertauhid