Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan,
“Maka hati itu laksana cermin dan hawa nafsu laksana karat yang mengotorinya, apabila cermin tersebut bersih dari noda karat tersebut maka ia akan dapat terlihat sesuatu sebagai mana hakikatnya”.
(Ighotsatul Lahfan fi Mashoyidisy Syaithon hal. 105.)

Written by Indonesia Bertauhid