Allah berfirman :

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah” (Q.S An-Naml : 65)

Bahkan nabi saja tidak mengetahui hal yang ghaib kecuali apa yang Allah beritakan kepada beliau. Maka selain beliau pasti lebih tidak tahu tentang hal yang ghaib. Allah berfirman :

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (Q.S Al-A’raaf : 188)

Berdasarkan ayat di atas, jika ada seseorang yang mengklaim bahwa dirinya mengetahui hal yang ghaib, tantang dia agar memperbanyak nikmat untuk dirinya dan menjauhkan dirinya dari keburukan. Jika ia tidak mampu, dan pasti tidak akan pernah mampu, maka jelaslah bahwa klaim bahwa ia mengetahui yang ghaib adalah dusta.!

Written by Indonesia Bertauhid