مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (سورة القصص: 84)

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) keburukan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan keburukan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” [QS. Al-Qashash: 84)].

Qatadah rahimahullah mengatakan,

والحسنة : الإخلاص ، والسيئة : الشرك

“Kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah ikhlas, sedangkan keburukan yang dimaksud adalah syirik.” [Tafsir ath-Thabari].

Written by Indonesia Bertauhid