Allah sebagai pencipta kita tidak menjadikan kita hidup di dunia tanpa arah dan tujuan, lantas membiarkan kita. Akan tetapi Allah utus kepada kita Rasul-Nya yang datang dengan membawa kitab-Nya. Barang siapa yang mentaati utusan-Nya, niscaya ia akan masuk surga. Sementara orang yang mendurhakainya, maka tempat kembali-Nya adalah neraka.

Allah berfirman :

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ

 

Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. (QS. An-Nisa : 13-14)

 

[Syaikh Muhammad At-Tamimi dalam kitab Maa Yatamayyazu bihi Al-muslimu ‘an Al-musyrik.]

Written by Indonesia Bertauhid