Ketika seseorang telah mengenal dirinya, bahwa dia adalah orang yang serba kekurangan, bodoh, lemah, fakir dan hal-hal yang kurang yang ada pada makhluk, maka tentu ia akan menyadari, bahwa ada yang maha sempurna, yang tidak ada padanya kekurangan sedikitpun, tidak punya aib, tidak bodoh, maha kaya dan maha segalanya, yakni tuhannya…

Ketika ia mengetahui hal ini, ia akan senantiasa mengagungkan tuhannya dan akan lebih mengenal tuhannya. (lihat fawaid, ibnu qoyyim pasal 98)

Begitu pula, ketika ia menyadari kesempurnaan yang ada pada dirinya, baik apa yang ada pada tubuhnya atau nikmat yang didapatknnnya, tentunya ia akan menyadari siapakah yang telah menciptakannya. Dimana tidaklah kita mengenal Allah melainkan dengan melihat hasil ciptaan Allah itu sendiri.

Written by Indonesia Bertauhid