Muhammad At Tamimi rohimahullah mengatakan,
“Salah satu perkara jahilyah adalah berdalil, beralasan bahwa (kebenaran hanya ada pada –ed.) orang-orang yang diberikan kekuatan pemahaman, perbuatan, kekuasaan , harta dan kedudukan sosial”.
Hal ini Allah Ta’ala ceritakan dalam firman Nya,
وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آَيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَيُّ الْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا

“Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, “Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan (nya) ?” (QS. Maryam [19] : 73)”.

Written by Indonesia Bertauhid