Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut,

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu: Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu denganNya.'” (QS. Al-An’am : 151)

Ayat ini adalah jawaban bagi mereka yang berkata, “Janganlah urusi keyakinan agama orang. Biarkan mereka dengan keyakinan mereka, dan kita dengan keyakinan kita sendiri.” Perkataan ini hendak menyuruh kita untuk tidak berdakwah. Padahal, dari ayat di atas, jelas bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan NabiNya untuk berdakwah kepada orang-orang musyrik, menjelaskan tentang kesyirikan dan kesalahan akidah mereka.

(Faidah dari Mulakhkhash fiy Syarh Kitab Tauhid)

Written by Indonesia Bertauhid