Catatan kelam ini terjadi pada kaum Nabi Nuh ‘alaihis-salaam. Merekalah yang pertama kali berbuat kesyirikan kepada Allah Ta’ala.

Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ

“Sungguh Kami telah memberikan wahyu kepadamu (wahai Muhammad) sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan para Nabi setelahnya.” (al-Qur’an, surat an-Nisa’, ayat 163)

Dari ayat ini, para ulama’ menjelaskan bahwa Nabi Nuh ‘alaihis-salaam adalah Rasul yang pertama.

Ibn ‘Abbaas radhiyallaahu ‘anhumaa berkata, “Antara Nabi Adam dan Nabi Nuh itu ada 10 kurun, semuanya berada di atas jalan Islam.” Yaitu, belum ada kesyirikan sama sekali.

Nas’alullaah as-salaamah wal-‘aafiyah.

(Untaian faidah dari Kitaabut-Tauhiid lil-Fauzaan)

Written by Indonesia Bertauhid