#IndonesiaBertauhid

-Jadi gini, bentuk kesyirikan yang dulu saja, diperangi oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, apalagi kalau sekarang ya?

-Nah tugas kita bersama, terus mendakwahkan TAUHID yang menjadi tujuan utama dakwah semua Nabi dan Rasul

-Tapi kudu sabar, penuh hikmah, jika kesyirikan sudah mendarah daging ratusan tahun, tidak bisa mengubahnya secepat membalik telapak tangan, bisa jadi mengubahnya perlu ratusan tahun juga, kecuali dengan doa kita dan pertolongan Allah

-Ini buktinya:

1. Kesyirikan zaman Nabi hanya pada uluhiyah (mereka  beribadah juga kepada selain Allah), tetapi mereka mengakui rububiyah bahwa Allah yang menciptakan dan memberi rezeki, menurunkan hujan dll

Nah zaman sekarang:
-Minta turun hujan ke penunggu laut selatan
-Minta supaya gunung stabil lakukan ritual sesajen untuk penunggu gunung
-Mau minta jodoh dan rezeki sebut nama-nama jin atau orang yang katanya syaikh atau kiayi

2. Objek sekutu/berhala mereka adalah dulunya orang-orang shalih
Semisal berhala Lata, dahulunya Lata adalah orang shalih kemudian meninggal dan dibuatkan patungnya akhirnya disembah

nah zaman sekarang:
yang disembah jin penunggu laut, jin penunggu gunung dll
Untuk dalil poin 1 dan 2, silahkan baca:

3. Kesyirikan zaman dahulu dilakukan di saat senang/tenang saja,
Saat sempit dan susah mereka berdoa langsung kepada Allah dan lupa berhala-berhala mereka

Allah memisalnya saat orang musyrik dulu naik kapal dan tentu akan bertaruh nyawa karena saat itu naik kapal sangat beresiko apalagi cuaca tidak stabil,

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺭَﻛِﺒُﻮﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔُﻠْﻚِ ﺩَﻋَﻮُﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺠَّﺎﻫُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺒَﺮِّ ﺇِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

“Maka apabila mereka naik kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada- Nya. Namun tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (KEMBALI) mempersekutukan (Allah) ” (Al Ankabut : 65)

Nah zaman sekarang: Saat-saat sulit lupa Allah dan bisa jadi malah ingat yang lain, misalnya memanggil “ya Abdul Qadir Jaelani, sembuhkan sakitku”

-So, ayo tetap semangat dakwah TAUHID agar negara kita berkah, makmur dan berjaya sebagai hadiah dari Allah bagi mereka yang bertauhid

 

Penyusun: Raehanul Bahraen

 

Written by Indonesia Bertauhid