Karena setiap amalan harus dilandasi tauhid. Tanpanya, amalan hanyalah seperti debu beterbangan yang tiada memberi kemanfaatan.

Syaikh Zaid bin Hadi Al-Madkhali rahimahullah berkata:

“Setiap amal yang dipersembahkan seseorang tanpa dibarengi tauhid, atau pelakunya terjerumus dalam syirik, maka amalan itu tidak berharga sama sekali untuk selamanya.

Karena ibadah tidaklah disebut ibadah tanpa landasan tauhid.

Maka bagaimanapun seorang berusaha keras dalam melakukan sesuatu yang tampaknya adalah ibadah,

Seperti bersedekah, memberikan pinjaman, dermawan, suka membatu, berbuat baik kepada orang lain dan perbuatan lainnya, padahal dia tidak memiliki tauhid di dalam hatinya (ia melakukan kesyirikan), maka orang semacam ini termasuk dalam kandungan firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya):

“Kami teliti segala sesuatu yang telah mereka amalkan -di dunia- kemudian Kami jadikan ia laksana debu yang beterbangan”

(Ustadz Ari Wahyudi dalam buku “Pelajaran Aqidah dan Manhaj dari Surat AlFatihah)

Written by Indonesia Bertauhid