Ibnu Utsaimin rohimahullah mengatakan,
 
أنه فضيحة للميت، فلو كان هذا الميت قد ستر الله عليه ولم نعلم عن ذنوبه بينه وبين ربه عز وجل ثم مات وأطلعنا الله على عذابه، صار في ذلك فضيحة عظيمة له ففيستره رحمة من الله بالميت.
 
Sesungguhnya adzab qubur merupakan ‘aib bagi sang mayit. Maka seandainya mayit ini telah Allah tutupi dosa-dosanya antara dia dan Allah sehingga kita tidak mengetahuinya. Kemudian setelah dia meninggal dan Allah memperlihatkan adzab atasnya. Maka jadilah hal tersebut menjadi ‘aib luar biasa baginya. Maka dijadikannya adzab qubur termasuk perkara yang ghoib merupakan kasih sayang Allah bagi sang mayit”.
 
(Majmu’ Fatawa wa Rosail hal. 33/II)
Written by Indonesia Bertauhid