Salah satu pengertian ikhlas yang dijelaskan oleh para ulama’ adalah

نسيان رؤية الخلق بدوام النظر إلى الخالق

“Melupakan pandangan makhluk dengan senantiasa fokus pada penilaian al-Khaliq.”

(al-Bahrur-Raa’iq, hlm. 14)

Jika kita tidak jadi beribadah karena takut ada teman yang melihat kita sedang beribadah, maka ini tandanya kita belum melupakan pandangan orang dan belum fokus pada penilaian Allah. Ini belum ikhlas. Baru disebut ikhlas jika yang ada di benak kita hanyalah penilaian Allah. Jadi, mau dilihat atau tidak dilihat oleh orang lain, kita tetap beribadah dan tetap fokus pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Written by Indonesia Bertauhid