——

Dulu waktu awal-awal mendapatkan hidayah, di antara buku yang pertama kali saya beli adalah buku sifat sholat Nabi karya Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah. Buku yang ditulis oleh beliau ini betul-betul bagus, banyak bacaan-bacaan sholat yang ternyata diajarkan oleh Nabi namun luput sampai ke kita. Adapula hal-hal yang tidak diajarkan oleh Nabi, namun dianggap bagian dari sholat.

Mengapa pada waktu itu saya belajar lagi tentang sholat ?

Ya, saya sadar diri bahwa Ilmu agama saya sangat kurang ( kalo ga mau dibilang ga ada sama sekali). Dulu saya beragama hanya sekedar ikut-ikutan sebagaimana orang-orang pada umumnya. Ya sholatnya, ya puasanya, dan yang lainnya.

Setelah Allah memberikan hidayah-Nya kepada saya, maka ibadah yang saya perbaiki pertama kali adalah sholat saya. Saya menanggalkan semua ajaran sholat yang pernah dulu saya pelajari sejak kecil, saya mulai lagi dari nol, saya anggap diri saya sebagai orang yang baru belajar tentang sholat layaknya seorang muallaf. Saya ingin betul-betul yakin bahwa sholat yang saya lakukan ini ada dalilnya semua, ada petunjuknya, ada haditsnya yang shohih dari Nabi. Apa yang berbeda dari petunjuk Nabi, maka saya tinggalkan. Yang sudah sesuai, maka saya teruskan.

Sholat merupakan ibadah pertama yang kelak akan ditanyakan oleh Allah. Apabila nanti Allah menanyakan perihal ini ke saya, kekhawatiran menjawab pertanyaan ini kelak bisa agak sedikit berkurang karena saya yakin bahwa sholat saya sudah mengikuti petunjuk dari Nabi-Nya Shollallahu alaihi wasallam, dari hadits-haditsnya yang shohih, bukan sekedar ikut-ikutan.

Hal ini juga sebagaimana perintah Nabi, dimana beliau pernah bersabda,

“Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku sholat.” (HR. Bukhari Muslim).

Sungguh Benarlah orang yang berkata,

“Apabila engkau bingung hendak mulai darimana memperbaiki dirimu, maka mulailah dari sholat.”

Orang yang mulai memperbaiki sholatnya, maka sedikit demi sedikit perkara lain akan ikut terbaiki.

Kalimat di atas sejalan dengan perkataan Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, dimana beliau pernah berkata,

“barangsiapa yang menyia-nyiakan sholatnya, maka dalam perkara lain, ia akan lebih menyia-nyiakannya.”

Dan di antara bentuk menyia-nyiakan sholat adalah ketika seseorang tidak peduli apakah sholatnya sudah benar, sudah sesuai dengan tuntunan dari Nabinya Muhammad Shollallahu alaihi wasallam….

Ustadz Boris Tanesia,  حفظه الله تعالى

______________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.

📲 Daftar Broadcast “Indonesia Bertauhid”
Instagram : iTauhid.com/instagram
WhatsApp : iTauhid.com/whatsapp
Facebook : iTauhid.com/facebook
Telegram : iTauhid.com/telegram
Twitter : iTauhid.com/twitter
LINE : iTauhid.com/line
BBM : iTauhid.com/bbm
______________________
 Silakan disebarluaskan

Written by Indonesia Bertauhid