Manfaatkanlah Waktu Mudamu Untuk Kebaikan

0
593

MANFAATKANLAH WAKTU MUDAMU UNTUK KEBAIKAN!

Dari Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma-, Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara :

[1] Waktu mudamu sebelum masa tuamu,

[2] Waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu,

[3] Waktu kayamu sebelum waktu fakirmu,

[4] Waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan

[5] Waktu hidupmu sebelum matimu”.

(HR. al-Hakim [4/341], shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim)

Ghanim bin Qais berkata,

“Di awal-awal Islam, kami juga saling menasihati :

[1] Wahai manusia, beramallah di waktu senggangmu sebelum datang waktu sibukmu,

[2] Beramallah di waktu mudamu untuk masa tuamu,

[3] Beramallah di kala sehatmu sebelum datang sakitmu,

[4] Beramallah di dunia untuk akhiratmu, dan

[5] Beramallah ketika hidup sebelum datang matimu”.

(lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam [2/387-388])

Karena tak ada satu pun yang yakin bahwa ia bisa hidup terus hingga waktu tua, Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah menasihati seorang sahabat yang tatkala itu berusia muda (berumur sekitar 12 tahun) yaitu Ibnu ‘Umar -radhiyallahu ‘anhuma-.

(lihat Syarh al-Arba‘in an-Nawawiyah, Syaikh Shalih Alu Syaikh, Hal. 294)

Beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memegang pundaknya lalu bersabda,

“Hiduplah Engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara”.

(HR. Bukhari No. 6416)

ath-Thibi mengatakan,

“Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memisalkan orang yang hidup di dunia ini dengan orang asing (al-gharib) yang tidak memiliki tempat berbaring dan tempat tinggal.

Kemudian beliau -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengatakan lebih lagi yaitu memisalkan dengan pengembara. Orang asing dapat tinggal di negeri asing.

Hal ini berbeda dengan seorang pengembara yang bermaksud menuju negeri yang jauh, di kanan kirinya terdapat lembah-lembah, akan ditemui tempat yang membinasakan, dia akan melewati padang pasir yang menyengsarakan dan juga terdapat perampok.

Orang seperti ini tidaklah tinggal kecuali hanya sebentar sekali, sekejap mata”.

(lihat Fath al-Bari [18/224])

www.rumaysho.com
______________________
📌 Kita sama-sama peduli dengan dakwah utama dan prioritas, yaitu tauhid dan aqidah. Anda bisa ikut aktif, caranya ketika mendapatkan tulisan ini, bagikan kembali di sosial media yang Anda punya dan seterusnya sehingga dakwah tauhid tersebar.

📲 Daftar Broadcast “Indonesia Bertauhid”
Twitter & FB : @indonesiatauhid
Instagram : @indonesiabertauhidofficial
BBM : D0842CB0
Line : http://bit.ly/AkunLineIB
Telegram : @indonesiatauhid
WhatsApp : 0896-3833-9444
______________________
 Silakan disebarluaskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here