Nikmat Berbuah Adzab

0
468

Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya orang yang kafir akan dihukum/adzab atas seluruh yang nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepadanya berupa makanan, minuman dan selainnya. Allah Ta’ala berfirman,

 

لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ ثُمَّ اتَّقَوْا وَآَمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

“Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan yang sholeh karena memakan makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertaqwa serta beriman, dan mengerjakan amalan-amalan yang sholeh, kemudian mereka tetap bertaqwa dan beriman, kemudian mereka (tetap juga) bertaqwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”.

(QS. Al Maidah [5] : 93)

 

Maka teks ayat menunjukkan bahwa terangkatnya hukuman bagi orang yang beriman atas apa yang mereka makan. Sehingga kebalikannya akan ada hukuman bagi orang-orang yang kafir atas apa yang mereka makan”.

(Majmu’ Fatawa hal. 38-39/II)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here